KODIM 1417/KENDARI

1SEJARAH TERBENTUKNYA KODIM 1417/KENDARI

Guna merealisasi Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 240/M/1957, Menteri Pertahanan mengeluarkan Surat Keputusan No. MP/A/465/1957 tanggal 26 Mei 1957 yang menetapkan peleburan Komando Teritorium VII dan Komando Daerah Pertempuran Sulawesi Selatan Tenggara (KDPSST) serta membentuk 4 (empat) Kodam wilayah Indonesia Timur, ditindaklanjuti Keputusan KSAD No.KPTS 288/5/1957 tanggal 27 Mei 1957, maka pada tanggal 1 Juni 1957 telah diresmikan terbentuknya Komando Daerah Militer Sulawesi Selatan Tenggara, sebagai pejabat sementara Komandan KDSST adalah Letkol Inf Andi Mattalatta.

Dasar Surat Keputusan Panglima Kodam SST No. KPT/0073/5/1960 tanggal 31 Mei 1960 tentang pembentukan Komando Resor Militer (Korem) dan Komando Distrik Militer (Kodim) maka Komando Sektor A di Sulawesi Tenggara menjadi Korem VI / Haluoleo yang berkedudukan di Kolaka membawahi 2 (dua) Kodim yaitu Kodim V di Kendari dengan Komandan Kodim Kapten Inf Mangunda dan Kodim VI di Bau-Bau.

Karena adanya perubahan organisasi  untuk Kodam SST menjadi Kodam Tipe B dengan dasar Radiogram Panglima Angkatan Darat (MEN-PANGAD) No. T 2867/1962 tanggal 8 Agustus 1962, ditindaklanjuti Surat Keputusan Panglima Kodam SST No. KPST 0203/11/1962 tanggal 13 November 1962 tentang organisasi bidang Teritorial di daerah Sulawesi Selatan Tenggara yang semula 6 Korem menjadi 3 Korem dan membawahi 26 Kodim, sedangkan Korem 143 membawahi 4 Kodim di antaranya Kodim 1423/Kendari yang berkedudukan  di Kendari yang membawahi 7 (tujuh) Koramil yaitu :

  1. Koramil Kota
  2. Koramil Ranomeeto
  3. Koramil Wawotobi
  4. Koramil Tinanggea
  5. Koramil Lasolo
  6. Koramil Moramo
  7. Koramil Lainea

Dengan adanya perubahan Kodam SST menjadi Kodam XIV/Hasanuddin, Pangdam XIV/HN menetapkan rencana konsolidasi untuk melaksanakan reorganisasi dan reformasi secara menyeluruh terhadap segenap Yonif, Dinas Jawatan, Korem, Kodim dan Staf Kodam dengan dasar Surat Keputusan Pangdam XIV/HN No. Kep 0103/11/1963 tanggal 7 Nopember 1963 sebagai realisasi Surat Keputusan MEN-PANGAD No. KPTS 48/6/1963 tanggal 11 Juni 1963.  Untuk Korem 143/HO yang berkedudukan di Kendari membawahi 2 Kodim yaitu Kodim 1412 wilayah Kolaka dan Kendari disebut Kodim Mekongga sedangkan Kodim 1413 wilayah Buton dan Muna disebut Kodim Buton dan 2 sub Kodim,sehingga Kodim 1423/Kendari dirubah menjadi sub Kodim 1412 berkedudukan di Kendari disebut sub Kodim Kendari.

Sejalan dengan RENSTRA TNI-AD I Tahun 1974-1978, Pangdam XIV/HN mengeluarkan Surat Keputusan No. KPTS 92/VII/1975 tanggal 1 Juli 1975, tentang perubahan nama sub Kodim Kendari disahkan menjadi Kodim 1417/Kendari yang berkedudukan di Kampung Salo Kota Kendari, dan membawahi 14 (empat belas) Koramil yaitu :

  1. Koramil 1417-01/Wawonii
  2. Koramil 1417-02/Wawotobi
  3. Koramil 1417-03/Lambuya
  4. Koramil 1417-04/Lainea
  5. Koramil 1417-05/Tinanggea
  6. Koramil 1417-06/Lasalo
  7. Koramil 1417-07/Unaaha
  8. Koramil 1417-08/Asera
  9. Koramil 1417-09/Sampara
  10. Koramil 141710/Kota
  11. Koramil 1417-11/Ranomeeto
  12. Koramil 1417-12/Moramo
  13. Koramil 1417-13/Poasia
  14. Koramil 1417-14/Soropia

Mengingat Kodim 1417/Kendari mempunyai wilayah yang cukup luas dan jumlah penduduk cukup padat, maka perlu untuk penambahan Koramil, sehingga pada tahun 1998 dibentuk 1 (satu) Koramil yaitu Koramil 1417-15/Landono.

Pejabat Komandan Kodim 1417/Kendari dari masa ke masa
  1. Kapten Inf Mangunda Tahun 1960 – 1964
  2. Kapten Inf Santoso Tahun 1964 – 1965
  3. Kapten Inf Nyoman Tahun 1965 – 1967
  4. Kapten Inf Sutrisno Tahun 1967 – 1969
  5. Lettu Inf Andi baso Dawang Tahun 1969 – 1971
  6. Kapten Inf Ali Amran Tahun 1971 – 1972
  7. Kapten Chb Halik Tahun 1972 – 1973
  8. Kapten Inf Andi Baso Dawang Tahun 1973 – 1974
  9. Mayor Inf Muluk Tawang Tahun 1974 – 1975
  10. Mayor Inf B. Ashari Tahun 1975 – 1977
  11. Letkol Inf H. Syamsuddin Tahun 1977 – 1980
  12. Letkol Inf Ridwan Daulai Tahun 1980 – 1982
  13. Letkol Inf Siahaan Tahun 1982 – 1985
  14. Letkol Inf T.A. Umboh Tahun 1985 – 1988
  15. Letkol Inf Mustafa Ermin Tahun 1988 – 1991
  16. Letkol Inf Istanto Tahun 1991 – 1992
  17. Letkol Inf Irianto Tahun 1992 – 1993
  18. Letkol Inf Morgan Hidayat Tahun 1993 – 1994
  19. Letkol Inf Sumanto Herianto Tahun 1994 – 1996
  20. Letkol Kav Gandedy Arkanda Miharja Tahun 1996 – 1997
  21. Letkol Inf Sudirman Kadir Tahun 1997 – 2000
  22. Letkol Inf Irsam, S.Sos Tahun 2000 – 2003
  23. Letkol Inf Sholikhin Amin Tahun 2003 – 2005
  24. Letkol Inf Bayu Nadjib Tahun 2005 – 2007
  25. Letkol Inf Agustinus, S.I.P Tahun 2007 – 2009
  26. Letkol Czi Ernandi Hartanto, S.Sos Tahun 2009 – 2011
  27. Letkol Inf Djoko Sulistiyono PJW Tahun 2011 – 2013
  28. Letkol Inf Y.I. Ida Bagus Suselo, S.Sos M.Si Tahun 2013 – 2014
  29. Letkol Kav Agus Waluyo, S.I.P Tahun 2014 - Sekaran
TAMPILAN WEB-5a

VISI DAN MISI KODIM 1417/KDI

VISI : Mewujudkan satuan / prajurit Satkowil Dim 1417/kdi sebagai prajurit yang berkarakter, kapabel dan manunggal dengan rakyat yang dijiwai dan dilandasi oleh keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

  • Karakter : Moral, akhlak, mental, dedikasi dan jati diri prajurit satkowil.
  • Kapabel : Menguasai tugas, mampu melaksanakan tugas sesuai peran dan
  • Manunggal dengan rakyat : Bersama – sama rakyat diterima dan dicintai rakyat.
  • Keimanan dan Ketaqwaan kepada Tuhan YME : Landasan bagi seorang prajurit untuk menjadi prajurit yang berkarakter, kapabel sehingga dapat menjadi suri tauladan bagi masyarakat sekelilingnya.
MISI : Kedalam

1. Melaksanakan pembinaan moral, akhlak, mental, kultur dan disiplin sebagai prajurit.

2. Menciptakan suasana kerja yang harmonis, kebersamaan dengan mengedepankan persuasif dan edukatif.

3. Melatih, mengajak dan mendidik prajurit satkowil sebagai insan teritorial yang teladan.

4. Meningkatkan kwalitas dan kesejahteraan prajurit. MISI : Keluar

1. Menampilkan figur prajurit teritorial yang mampu berinteraksi dengan masyarakat.

2. Mampu berkoordinasi dan bekerjasama dengan unsur Pemda serta instansi terkait.

3. Dapat bekerjasama dengan komponen bangsa lainnya dalam mengatasi masalah yang timbul.

4. Berperan aktif membantu dan memberdayakan segala potensi.

5. Mampu menyiapkan dan memberdayakan segala potensi wilayah ( geografi, demografi dan kondisi sosial) menjadi kekuatan wilayah matra darat di daerah.

.