Penjualan GKP hasil produksi petani, Bulog vs Tengkulak

Konsel – Fenomena penjualan gabah kering panen (GKP)  hasil produksi petani sebagian besar saat ini lebih banyak dijual ke tengkulak diakibatkan  patokan harga Bulog lebih rendah.

Bulog yang masih berpedoman pada Instruksi Presiden No. 5/2015 untuk harga gabah kering panen di tingkat petani dihargai sebesar Rp3.700/kg. Harga di tengkulak jauh lebih tinggi berkisar antara Rp 3.800 - Rp 4.000/kg.

Seperti halnya yang terjadi di salah satu Desa di  Kec Laeya, Salah satu Pemilik penggilingan yang enggan disebutkan namanya, mengatakan dia belum bermitra dengan bulog,  dengan alasan, harga gabah ditingkat Petani lebih tinggi dari harga dasar yg telah ditentukan oleh Bulog.

“ Saat ini harga gabah ditingkat Petani seharga Rp 3.800,- per Kg. Harga tersebut masih diareal persawahan. Sedangkan Untuk harga gabah sesuai Bulog Rp 3.700,- per kg , sudah dipintu Bulog.” Paparnya

Hal ini dikemukakan saat ditemui oleh babinsa 04 Lainea, Pelda Abd Kadir Babinsa Kel Punggaluku dan Sertu Ali Sugiarto ditempat penggilingan padinya di Desa Ombu - ombu Jaya Kec Laeya Kab Konsel Prov Sulawesi Tenggara. Selasa (09/05/2017)

Pelda Abd Kadir mengatakan  Selisih harga yang cukup tinggi, mengakibatkan petani lebih memilih untuk menjual gabah atau berasnya di tingkat toke/Tengkulak  atau di pasar dibandingkan kepada Bulog.

Meski demikian Tim sergap Kodim 1417/Kendari tetap optimis pada pencapaian target dengan melakukan berbagai cara melalui pendekatan untuk meningkatkan penyerapan beras dan gabah diwilayah binaan Kodim 1417/Kendari.

 

About kodim1417

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.