Pemeliharaan padi sawah beserta cara pengendalian hama dan penyakit pengganggu tanaman

KENDARI- Banyak hal yang dapat merusak tanaman padi diantarannya kekeringan, Serang hama tikus, Kurang bersihnya lahan. Hal tersebut dapat menurun produktivitas pertanaman padi dengan sangat signifikan bahkan seringkali menyebabkan gagal panen. Kondisi tersebutlah yang menggugah Babinsa Koramil 1417-04/Lainea (Srd Mustamin) bersama petani memantau perkembangan tanaman padi sawah di Kecamatan Lainea, Konsel. Senin (30/8/16).

Pemeliharaan tanaman padi yang baik akan menentukan keberhasilan produktivitas tanaman padi. Sekalipun cara menanam padi sawah dianggap budidaya mudah akan tetapi kegagalan panen masih sering terjadi.

Menurut Babinsa Koramil 1417-04/Lainea (Srd Mustamin) Petani harus banyak menguasai teknik menanam padi dan pemelihaan dan perawatan tanaman padi. Ada banyak hal yang perlu dilakukan diantaranya:

Penyulaman terhadap tanaman padi berumur 2 minggu sebagai pengganti yang rusak atau mati, karena mengakibatkan pertumbuhan tanaman padi nantinya menjadi tidak seragam, sehingga pemanenan kurang serempak.

5

Penyiangan (rumput/gulma), pencabutan tanaman liar pada tanaman padi agar tidak terserang hama dan penyakit. Penyiangan dapat dilakukan sebanyak 2 kali, yaitu sebelum pemupukan kedua dan ketiga. Bila pertumbuhan gulma cukup cepat, maka penyiangan bisa dilakukan hingga 3 kali.

Pengaturan pengairan yang cukup, hal tersebut mencegah agar tanaman padi tetap dalam kondisi sehat. Tinggi air tidak lebih dari 1 cm. Pengaturan air ini harus terus dilakukan sampai 10 hari menjelang panen.

Dan yang tidak luput adalah Pengendalian Hama dan Penyakit, Upaya ini dapat dilakukan dengan penyemprotan pestisida secara berseling atau ganti. Pada setiap kali melakukan penyemprotan, hindari penggunaan bahan aktif yang sama secara berturut-turut agar tidak hama dan penyakit tidak resisten (kebal).

About kodim1417

.