Recent Posts

Baksos Saka Wira Kartika binaan Kodim 1417/Kendari

Kendari –  Sebanyak 114 orang anggota Saka Wira Kartika binaan Kodim 1417/Kendari melaksanakan bakti Sosial dalam rangka memperingati hari Saka Wira Kartika yang ke.11 Tahun 2018 dan  Sumpah Pemuda bertempat di kompleks  Jl.Palapa No. 8 Kendari. Desa/Kelurahan, : Kemaraya. Kota Kendari.

Bakti Sosial berupa pemberian sembako kepada warga yang kurang mampu dan pembersihan yang meliputi tempat ibadah, pembersihan lapangan, dan pembersihan saluran air, “ hal ini diutarakan Pamong saka Kak FI Marida

Menurutnya, Aksi peduli Pramuka Saka Wira Kartika sebagai upaya menanamkan jiwa sosial dihati para anggota Pramuka, serta  membangkitkan semangat dan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan sekitarnya.

 “Di era yang serba modern seperti sekarang ini sudah banyak anak muda yang sudah tidak lagi peduli dengan lingkungan sekitarnya sehingga diharapkan anak-anak muda yang tergabung dalam gerakan Pramuka ini akan memotivasi anak muda yang lain peduli terhadap sesama,” Ungkap marida

KODIM 1417/KENDARI BUKA POSKO PEDULI BENCANA ALAM SUL-TENG

Kendari – Kodim 1417/Kendari membuka posko peduli bencana alam gempa bumi dan tsunami di sulawesi - tengah bertempat di halaman makodim 1417/Kendari Jl Sam Ratulangi No 128 Kemaraya Kec. Mandonga Kota Kendari.

 

Komandan Kodim  Letkol Cpn Fajar Lutvi Haris Wijaya, Se, M.I.Pol mengatakan, posko ini merupakan bentuk kepedulian prajurit bersama beberapa ormas untuk membantu masyarakat yang terkena bencana gempa bumi dan tsunami di sulawesi tengah.

" Harapannya, saya mengajak seluruh lapisan masyarakat Kendari untuk ikut peduli kepada sesama. saudara - saudara kita membutuhkan uluran bantuan yang saat ini masih kekurangan logistik. bantuan yang sudah terkumpul akan dikirim menggunakan penerbangan khusus”  tegasnya dandim

Sementara itu menurut koordinator posko, Kapten Inf Muh. Guntur posko peduli bencana tersebut telah dibuka sejak hari senin (01/10/2018) kemarin dan siap menerima bantuan dari masyarakat dan ormas sampai hari jumat 5 oktober 2018.

“ Hingga saat ini sudah ada sekitar 6-7 ton bantuan berupa sembako dan pakaian berbagai elemen masyarakat. Dan kami akan menunggu bantuan dari masyarakat sampai hari jumat nanti” kata Kapten Inf Muh. Guntur

Dandim Kendari: Sistem Kerja Yang Baik, Akan Menunjang Keberhasilan Dalam Pelaksanaan Tugas Pokok

Kendari,-  Dandim 1417/Kendari Letkol Cpn Fajar Luvti Haris Wijaya, SE, M.I.Pol memberikan  jam Komandan untuk pertama kalinya setelah resmi menjabat sebagai Dandim,  kepada seluruh Prajurit Kodim 1417/Kendari bertempat di Aula serbaguna Makodim 1417/Kendari Jl Sam Ratulangi 128 Kemaraya Kota Kendari. Jumat (28 /09/2018)

Kegiatan turut dihadiri oleh Kasdim 1417/Kendari Mayor Inf B. Selfinus, dan Para perwira staf dan  Danramil 01-15.

Di awal  pengarahannya Dandim  selaku Komandan baru menyampaikan akan melanjutkan dan meningkatkan Program satuan yang sudah berjalan dan akan melakukan konsolidasi kedalam.

“ Sistem kerja yang baik, akan menunjang keberhasilan dalam pelaksanaan tugas pokok,” kata Dandim

Dandim memberikan beberapa arahan tentang Program kerja Kodim kedepan dan kebijakan pimpinan guna selalu mendukung keberhasilan tugas pokok dalam pembinaan territorial.

“Babinsa sebagai ujung tombak satuan kewilayahan harus tetap menjaga Profil sebagai jati diri seorang Prajurit.

Di akhir arahannya Dandim menghimbau seluruh Prajuritnya agar menghindari segala bentuk pelanggaran yang dapat merugikan diri dan keluarga serta satuan dan menerapkan “REWARD and PUNISHMENT”

Kegiatan jam Komandan ini merupakan kegiatan rutin disatuan sebagai sarana untuk berkomunikasi secara langsung kepada seluruh anggota dalam bentuk penyampaian tugas satuan sebagai aparat kewilayahan dan  mengetahui sejauh mana keberhasilan tugas maupun kondisi langsung para prajurit dan keluarganya.

Sejarah TNI

Tentara Nasional Indonesia (TNI) lahir dalam kancah perjuangan bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan dari ancaman Belanda yang berambisi untuk menjajah Indonesia kembali melalui kekerasan senjata. TNI merupakan perkembangan organisasi yang berawal dari Badan Keamanan Rakyat (BKR). Selanjutnya pada tanggal 5 Oktober 1945 menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), dan untuk memperbaiki susunan yang sesuai dengan dasar militer international, dirubah menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI).

Dalam perkembangan selanjutnya usaha pemerintah untuk menyempurnakan tentara kebangsaan terus berjalan, seraya bertempur dan berjuang untuk tegaknya kedaulatan dan kemerdekaan bangsa. Untuk mempersatukan dua kekuatan bersenjata yaitu TRI sebagai tentara regular dan badan-badan perjuangan rakyat, maka pada tanggal 3 Juni 1947 Presiden mengesyahkan dengan resmi berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Pada saat-saat kritis selama Perang Kemerdekaan (1945-1949), TNI berhasil mewujudkan dirinya sebagai tentara rakyat, tentara revolusi, dan tentara nasional. Sebagai kekuatan yang baru lahir, disamping TNI menata dirinya, pada waktu yang bersamaan harus pula menghadapi berbagai tantangan, baik dari dalam maupun dari luar negeri. Dari dalam negeri, TNI menghadapi rongrongan-rongrongan baik yang berdimensi politik maupun dimensi militer. Rongrongan politik bersumber dari golongan komunis yang ingin menempatkan TNI dibawah pengaruh mereka melalui “Pepolit, Biro Perjuangan, dan TNI-Masyarakat:. Sedangkan tantangan dari dalam negeri yang berdimensi militer yaitu TNI menghadapi pergolakan bersenjata di beberapa daerah dan pemberontakan PKI di Madiun serta Darul Islam (DI) di Jawa Barat yang dapat mengancam integritas nasional. Tantangan dari luar negeri yaitu TNI dua kali menghadapi Agresi Militer Belanda yang memiliki organisasi dan persenjataan yang lebih modern.

Sadar akan keterbatasan TNI dalam menghadapi agresi Belanda, maka bangsa Indonesia melaksanakan Perang Rakyat Semesta dimana segenap kekuatan TNI dan masyarakat serta sumber daya nasional dikerahkan untuk menghadapi agresi tersebut. Dengan demikian, integritas dan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia telah dapat dipertahankan oleh kekuatan TNI bersama rakyat.

Sesuai dengan keputusan Konferensi Meja Bundar (KMB), pada akhir tahun 1949 dibentuk Republik Indonesia Serikat (RIS). Sejalan dengan itu, dibentuk pula Angkatan Perang RIS (APRIS) yang merupakan gabungan TNI dan KNIL dengan TNI sebagai intinya. Pada bulan Agustus 1950 RIS dibubarkan dan Indonesia kembali ke bentuk Negara kesatuan. APRIS pun berganti nama menjadi Angkatan Perang RI (APRI).

Sistem demokrasi parlementer yang dianut pemerintah pada periode 1950-1959, mempengaruhi kehidupan TNI. Campur tangan politisi yang terlalu jauh dalam masalah intern TNI mendorong terjadinya Peristiwa 17 Oktober 1952 yang mengakibatkan adanya keretakan di lingkungan TNI AD. Di sisi lain, campur tangan itu mendorong TNI untuk terjun dalam kegiatan politik dengan mendirikan partai politik yaitu Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IP-KI) yang ikut sebagai kontestan dalam Pemilihan Umum tahun 1955.

 

Periode yang juga disebut Periode Demokrasi Liberal ini diwarnai pula oleh berbagai pemberontakan dalam negeri. Pada tahun 1950 sebagian bekas anggota KNIL melancarkan pemberontakan di Bandung (pemberontakan Angkatan Perang Ratu Adil/APRA), di Makassar Pemberontakan Andi Azis, dan di Maluku pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS). Sementara itu, DI TII Jawa Barat melebarkan pengaruhnya ke Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan Aceh. Pada tahun 1958 Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia/Perjuangan Rakyat Semesta (PRRI/Permesta) melakukan pemberontakan di sebagian besar Sumatera dan Sulawesi Utara yang membahayakan integritas nasional. Semua pemberontakan itu dapat ditumpas oleh TNI bersama kekuatan komponen bangsa lainnya.

@Muh Sakir, [26.09.18 06:55] Upaya menyatukan organisasi angkatan perang dan Kepolisian Negara menjadi organisasi Angkatan Bersenjata Republika Indonesia (ABRI) pada tahun 1962 merupakan bagian yang penting dari sejarah TNI pada dekade tahun enampuluhan.

Menyatunya kekuatan Angkatan Bersenjata di bawah satu komando, diharapkan dapat mencapai efektifitas dan efisiensi dalam melaksanakan perannya, serta tidak mudah terpengaruh oleh kepentingan kelompok politik tertentu. Namun hal tersebut menghadapi berbagai tantangan, terutama dari Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai bagian dari komunisme internasional yang senantiasa gigih berupaya menanamkan pengaruhnya ke dalam tatanan kehidupan bangsa Indonesia termasuk ke dalam tubuh ABRI melalui penyusupan dan pembinaan khusus, serta memanfaatkan pengaruh Presiden/Panglima Tertinggi ABRI untuk kepentingan politiknya.

Upaya PKI makin gencar dan memuncak melalui kudeta terhadap pemerintah yang syah oleh G30S/PKI, mengakibatkan bangsa Indonesia saat itu dalam situasi yang sangat kritis. Dalam kondisi tersebut TNI berhasil mengatasi situasi kritis menggagalkan kudeta serta menumpas kekuatan pendukungnya bersama-sama dengan kekuatan-kekuatan masyarakat bahkan seluruh rakyat Indonesia.

Dalam situasi yang serba chaos itu, ABRI melaksanakan tugasnya sebagai kekuatan hankam dan sebagai kekuatan sospol. Sebagai alat kekuatan hankam, ABRI menumpas pemberontak PKI dan sisa-sisanya. Sebagai kekuatan sospol ABRI mendorong terciptanya tatanan politik baru untuk melaksanakan Pancasila dan UUD 45 secara murni dan konsekwen.

Sementara itu, ABRI tetap melakukan pembenahan diri dengan cara memantapkan integrasi internal. Langkah pertama adalah mengintegrasikan doktrin yang akhirnya melahirkan doktrin ABRI Catur Dharma Eka Karma (Cadek). Doktrin ini berimplikasi kepada reorganisasi ABRI serta pendidikan dan latihan gabungan antara Angkatan dan Polri. Disisi lain, ABRI juga melakukan integrasi eksternal dalam bentuk kemanunggalan ABRI dengan rakyat yang diaplikasikan melalui program ABRI Masuk Desa (AMD).

Peran, Fungsi dan Tugas TNI (dulu ABRI) juga mengalami perubahan sesuai dengan Undang-Undang Nomor: 34 tahun 2004. TNI berperan sebagai alat negara di bidang pertahanan yang dalam menjalankan tugasnya berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara. TNI sebagai alat pertahanan negara, berfungsi sebagai: penangkal terhadap setiap bentuk ancaman militer dan ancaman bersenjata dari luar dan dalam negeri terhadap kedaulatan, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa, penindak terhadap setiap bentuk ancaman sebagaimana dimaksud di atas, dan pemulih terhadap kondisi keamanan negara yang terganggu akibat kekacauan keamanan.

Tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.

Tugas pokok itu dibagi 2(dua) yaitu: operasi militer untuk perang dan operasi militer selain perang.

@Muh Sakir, [26.09.18 06:55] Operasi militer selain perang meliputi operasi mengatasi gerakan separatis bersenjata, mengatasi pemberontakan bersenjata, mengatasi aksi terorisme, mengamankan wilayah perbatasan, mengamankan objek vital nasional yang bersifat strategis, melaksanakan tugas perdamaian dunia sesuai dengan kebijakan politik luar negeri, mengamankan Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarganya, memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta, membantu tugas pemerintahan di daerah, membantu Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam rangka tugas keamanan dan ketertiban masyarakat yang diatur dalam undang-undang, membantu mengamankan tamu negara setingkat kepala negara dan perwakilan pemerintah asing yang sedang berada di Indonesia, membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian, dan pemberian bantuan kemanusiaan, membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (search and rescue) serta membantu pemerintah dalam pengamanan pelayaran dan penerbangan terhadap pembajakan, perompakan dan penyelundupan.

Sementara dalam bidang reformasi internal, TNI sampai saat ini masih terus melaksanakan reformasi internalnya sesuai dengan tuntutan reformasi nasional. TNI tetap pada komitmennya menjaga agar reformasi internal dapat mencapai sasaran yang diinginkan dalam mewujudkan Indonesia baru yang lebih baik dimasa yang akan datang dalam bingkai tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bahkan, sejak tahun 1998 sebenarnya secara internal TNI telah melakukan berbagai perubahan yang cukup signifikan, antara lain:

Pertama, merumuskan paradigma baru peran ABRI Abad XXI. Kedua, merumuskan paradigma baru peran TNI yang lebih menjangkau ke masa depan, sebagai aktualisasi atas paradigma baru peran ABRI Abad XXI. Ketiga, pemisahan Polri dari ABRI yang telah menjadi keputusan Pimpinan ABRI mulai 1-4-1999 sebagai Transformasi Awal. Keempat, penghapusan Kekaryaan ABRI melalui keputusan pensiun atau alih status. (Kep: 03/)/II/1999). Kelima, penghapusan Wansospolpus dan Wansospolda/Wansospolda Tk-I. Keenam, penyusutan jumlah anggota F.TNI/Polri di DPR RI dan DPRD I dan II dalam rangka penghapusan fungsi sosial politik. Ketujuh, TNI tidak lagi terlibat dalam Politik Praktis/day to day Politics. Kedelapan, pemutusan hubungan organisatoris dengan Partai Golkar dan mengambil jarak yang sama dengan semua parpol yang ada. Kesembilan, komitmen dan konsistensi netralitas TNI dalam Pemilu. Kesepuluh, penataan hubungan TNI dengan KBT (Keluarga Besar TNI). Kesebelas, revisi Doktrin TNI disesuaikan dengan Reformasi dan Peran ABRI Abad XXI. Keduabelas, perubahan Staf Sospol menjadi Staf Komsos. Ketigabelas, perubahan Kepala Staf Sosial Politik (Kassospol) menjadi Kepala Staf Teritorial (Kaster). Keempatbelas, penghapusan Sospoldam, Babinkardam, Sospolrem dan Sospoldim. Kelimabelas, likuidasi Staf Syawan ABRI, Staf Kamtibmas ABRI dan Babinkar ABRI. Keenambelas, penerapan akuntabilitas public terhadap Yayasan-yayasan milik TNI/Badan Usaha Militer. Ketujuhbelas, likuidasi Organisasi Wakil Panglima TNI. Kedelapanbelas, penghapusan Bakorstanas dan Bakorstanasda. Kesembilanbelas, penegasan calon KDH dari TNI sudah harus pensiun sejak tahap penyaringan; Keduapuluh, penghapusan Posko Kewaspadaan; Keduapuluhsatu, pencabutan materi Sospol ABRI dari kurikulum pendidikan TNI. Keduapuluhdua, likuidasi Organisasi Kaster TNI. Keduapuluhtiga, likuidasi Staf Komunikasi Sosial (Skomsos) TNI sesuai SKEP Panglima TNI No.21/ VI/ 2005. Keduapuluh empat, berlakunya doktrinTNI “Tri Dharma Eka Karma (Tridek) menggantikan “Catur Dharma Eka Karma (Cadek) sesuai Keputusan Panglima TNI nomor Kep/2/I/2007 tanggal 12 Januari 2007. Sebagai alat pertahanan negara, TNI berkomitmen untuk terus melanjutkan reformasi internal TNI seiring dengan tuntutan reformasi dan keputusan politik negara.

Kunjungan Perdana Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, dibumi Anoa

Kendari – 423 Prajurit, Pns, dan persit  Kodim 1417/Kendari menerima kunjungan perdana Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Surawahadi, S.Ip, M.Si yang disambut oleh Dandim 1417/Kendari Letkol Kav Eko Hermawan Yuniarso, S.Ip beserta staf di Makodim 1417/Kendari Jl Sam Ratulangi No 128 Kemaraya Kendari.

Kedatangan Pangdam yang didampingi Ketua Persit KCK PD XIV/Hasanuddin Ny. Hj. Endang Surawahadi beserta rombongan disambut yel yel babinsa Kodim 1417/Kendari.

Turut hadir dalam rombongan Asintel Kasdam XIV / Hsn Kolonel Inf. Andi Asmara, Kazidam XIV / Hsn Kolonel Inf. Muh. Said, Kabekangdam XIV / Hsn Kolonel Cba. Novia Triwibowo, SH, Kapendam XIV / Hsn (Kolonel Inf.Drs Alamsyah M.Si, Waaspersdam XIV / Hsn (Letkol Inf. Sapta Budhi purnama, dan Waasterdam XIV / Hsn Letkol Inf. Agus Waluyo.

Mengawali pengarahannya dihadapan Prajuritnya Pangdam mengatakan, Prajurit Kodim 1417/Kendari semangat dan gembira dalam penyambutannya beserta rombongan.

“ Mari senantiasa banyak bersyukur atas rezeki yang kita terima, dan banyak berdoa agar di jauhkan dari mara bahaya, dan selalu diberikan kesehatan keselamatan dalam menjalani hidup, dan dalam menjalankan tugas.

Di sela sela pengarahannnya Pangdam beserta rombongan memberikan sejumlah pertanyaan kepada babinsa Kodim 1417/Kendari seputar tugas pokok babinsa dan memberikan sejumlah bingkisan kepada Prajurit yang berhasil menjawab pertanyaan.

Pangdam juga Mengajak Prajuritnya selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Tuhan yang Maha Esa sebagai seorang Prajurit, dengan menghindari segala bentuk pelanggaran, baik itu narkoba, asusila, disersi dan THTI.

Seiring perkembangan media sosial yang begitu marak Pangdam menghimbau Prajurit dan persit bijak dalam menggunakan media sosial. Narkoba adalah musuh kita bersama, jangan sampai terlibat barang haram itu, baik itu pengedar, maupun mengkonsumsi, sangsi tegas pecat sudah jelas maka sayangi dirimu dan keluargamu.” Tegasnya

Terkait tugas pokok satkowil, Pangdam juga mengatakan bahwa, Babinsa harus murah senyum, ramah, sopan dan lebih dekat dengan masyarakat binaan.

Pengenalan Nasionalisme, Kepada Siswa Sekolah Dasar , Oleh Babinsa Kendari

Kendari – Anak Indonesia merupakan generasi penerus bangsa yang perlu ditanamkan jiwa Nasionalisme dan Patrotisme sejak dini, seperti halnya Siswa – siswi Sekolah Dasar Negeri 07 Poasia menerima pembekalan materi wawasan kebangsaan yang diberikan oleh babinsa Koramil 13/ Poasia Serda Rusli bertempat diruang kelas SDN 07 Poasia Jl Banteng, Kel Rahaandouna, Kec Poasia, Kota Kendari. Selasa (14/08/2018)

Kegiatan turut dihadiri langsung Kepala sekolah Tarwisah S.Pd beserta para guru dan 18 orang Mahasiswa Universitas Halu Oleo.

Pembekalan wawasan tersebut  merupakan rangkaian kegiatan  mahasiswa Universitas Halu Oleo yang melaksanakan KKN Reguler di wilayah binaan Babinsa  Rahaandouna.

Pengenalan Nasionalisme sebagai bangsa Indonesia perlu dilakuan sejak dini kepada siswa  sekolah dasar, sesuai dengan pola pikir anak-anak usia di bangku Sekolah Dasar, “ Ungkap Tarwisah S.Pd, Kepala sekolah SD.N 07 Poasia

Menurutnya pembekalan wawasan kebangsaan kepada siswanya ini merupakan bagian program non kurikulum yang perlu dikembangkan diseluruh sekolah sekolah untuk menanamkan ideologi Pancasila.

Implementasinya ya seperti yang dilakukan babinsa, menyanyikan lagu kebangsaan, menghafalkan Pancasila, serta kuis interaktif mengenai pahlawan nasional dan wawasan kebangsaan, papar Tarwisah”.

Babinsa memberikan Pembekalan wawasan kebangsaan dengan metode interaktif sehingga berlangsung dengan suasana ceria.

Kasdim : Lomba binter antar Koramil, Tingkatkan Kualitas Koramil

Kendari –  Kodim 1417/Kendari melaksanakan lomba Binter antar Koramil yang merupakan program rutin, terhadap 15 Koramil jajarannya yang terdapat di 4 wilayah Kabupaten dan 1 Kota.

Kegiatan penilaian lomba berlangsung di mulai dari hari jumat 4 Agustus 2018 sampai 1 minggu kedepan, dengan Tim penilai bati staf Kodim 1417/Kendari.

 

Kasdim 1417/Kendari Mayor Inf B. Selfinus. T menyampaikan Kriteria penilaian dalam lomba tersebut meliputi tertib administrasi, kerapian dan kelengkapan pangkalan di masing-masing Koramil.

Selain melaksanakan perintah pimpinan, kegiatan ini juga merupakan upaya pembinaan rutin dan untuk mengetahui kesiapan masing-masing Koramil dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok,” Ungkap Kasdim

Lomba binter antar Koramil, meningkatkan pembinaan Koramil dari segala aspek dan tentunya meningkatkan kualitas masing - masing Koramil," paparnya

 

Sementara Itu Bati Ter Pelda Marida, mengungkapkan Koramil yang akan dikunjungi Oleh Tim Penilai secara acak dan akan didadak, sehingga bisa dilihat kesiapannya.

Penilaian dilakukan secara obyektif, tidak ada keterpihakan antara yang satu dengan yang lainnya dan pengaruh dari siapapun,” kata marida

Lanjutnya, Koramil yang terbaik dalam segala hal penilaian akan dinobatkan sebagai juara dengan mendapat piala bergilir, dan yang terjelek akan mendapat bendera tengkorak.

Jelang HUT RI – 73, Babinsa Latih Paskibra

Konut – Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1417 - 08 Asera bersama dengan Bhabinkamtibmas memberikan pelatihan dan pembinaan kepada petugas pengibar Bendera (PASKIBRA) Kab. Konut, dalam menyambut Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang Ke-73 pada tanggal 17 Agustus mendatang. (26/7)

Kegiatan latihan meliputi teori praktek peraturan baris berbaris dan disiplin. Derap langkah yang semangat dan kompak akan sangat mempengaruhi jiwa dan semangat Paskibra untuk melaksanakan tugas.

Pelatihan Paskibra adalah untuk menciptakan kader-kader terampil dan pintar serta mengenal bangsanya sehingga pada akhirnya terbentuklah generasi Bangsa yang kuat baik secara fisik, maupun mental,” Papar babinsa disela sela latihan

Ia  mengatakan, Menjadi seorang anggota Paskibra tidaklah mudah penuh dengan pengorbanan dan keseriusan yang sungguh-sungguh. HUT RI Ke-73 yang jatuh pada tanggal 17 Agustus 2018 ini merupakan waktu yang paling di nantikan para Siswa-Siswi yang tergabung

Danramil 08 Asera Mayor Inf Hilman Nur ditempat berbeda menyampaikan Babinsa yang telah dipilih dan dipercaya oleh satuan untuk melatih para Siswa-Siwi adalah babinsa yang memiliki kemampuan yang mahir dalam melatih PBB.

" Latihan berlangsung dari pagi sampai dengan sore sampai menjelang pelaksanaan," Jelas Danramil

Rakyat Punya Andil Penting Dalam Menjaga Keutuhan Negara

Kendari - Guna mendukung tugas pokok Satuan kewilayahan, Koramil 1417 - 06 Lasolo  menyelenggarakan pembinaan peta jarak jaring teritorial wilayah bersama komponen masyarakat baik Toga, Tomas, mitra Jaya dan Wanra melaksanakan kegiatan peta jarak dan jaring territorial. Senin ( 16/7/2017)

TNI AD melalui pembinaan Peta Jarak Teritorial Siap Menjaga Dan Mewujudkan Stabilitas Keamana Serta Ketahanan Wilayah Guna Mempererat ke Bhineka Tunggal Ika Agar Tetap Terjaganya Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. “ menjadi tema yang diusung dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Komandan Koramil 06/Lasolo Kapten Inf Djafruddin menyampaikan bahwa pertemuan seperti ini, merupakan sarana yang efektif untuk memelihara dan meningkatkan kebersamaan, guna membangun komunikasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban.

“ Menjaga keutuhan wilayah NKRI bukan cuma tugas Aparat TNI, Tapi Rakyat Punya Andil Penting Dalam Menjaga Keutuhan Negara,” Kata Danramil

Ia juga menegaskan Peran warga tersebut dapat diwujudkan dengan Lapor Cepat kepada aparat keamanan apabila diwilayah atau di didesa ada hal-hal yg mencurigakan yg mengancam keamanan dan ketertibaan NKRI.

Lebih lanjut Danramil menambahkan, kegiatan ini juga kita selenggarakan juga guna mewujudkan kondisi wilayah yang tangguh dan dinamis dalam kehidupan bermasyarakat dalam upaya deteksi dini.

“Harapan kami, melalui pertemuan seperti ini, warga mempunyai sensifitas terhadap setiap perubahan dan memiliki kemampuan mengaplikasikan temu cepat dan lapor cepat, guna mencegah meluasnya permasalahan sekaligus bersama-sama mencari solusi untuk mengatasinya” pungkasnya.

Staf Ter Kodim 1417/Kendari, Gelar Produk Koramil

Kendari, - Staf teritorial Kodim 1417/kendari, yang dipimpin oleh Pasi ter Kapten Inf Paulus Palisu, didampingi Bati Ter beserta staf mengadakan pemeriksaan dan gelar Produk Koramil jajaran Kodim 1417/Kendari di Aula Serba guna Makodim. (13/7)

Kapten Inf Paulus Palisu, pada kesempatan itu mengatakan kegiatan ini dilaksanakan guna sinkronisasi Program yang dibuat Komando atas dengan produk yang dibuat jajaran Koramil dalam semua bidang.

“ Gelar produk Koramil mendukung kesiapan satuan dalam menghadapi pemeriksaan dari komando,” Ungkap pasi

Bati Ter Pelda FI. Marida, disela sela kegiatan mengungkapkan, kegiatan pemeriksaan produk meliputi 11 item, diantaranya Program kerja Koramil Tahun 2018, Ketatalaksanaan Binter Renc dan Lap TW I, Karya Bakti pembuatan jamban  Renc dan Lap TW II, Penggunaan uang operasional Babinsa dan lain lain.

“ Ada kesalahan saat pemeriksaan, batuud masing-masing Koramil langsung perbaiki ditempat, “ jelas marida

Kegiatan gelar produk diikuti 15 Koramil jajaran Kodim 1417/Kendari, yang rutin dilaksanakan tiga bulan. Diharapkan kegiatan ini akan menunjang kesiapan satuan dalam menghadapi pemeriksaan dari komando.

Wawasan Kebangsaan Penting Buat Siswa Sekolah

Kendari – Rabu (11/07/2018) bertempat di Aula SMK Negeri 1 Kendari, Pasi Ter  Kodim 1417/Kendari Kapten Inf Paulus Palisu memberikan pembekalan informasi tentang Wawasan Kebangsaan (Wasbang) bagi para siswa baru 410 Siswa - Siswi SMK Negeri 1 Kendari Kota Kendari Prov. Sultra

Dalam sosialisasi itu, Kapten Inf Paulus Palisu menjelaskan arti secara umum pemahaman tentang Wasbang. Sehingga, para murid bisa mengerti dan tumbuh jiwa Nasionalisme sebagai generasi penerus bangsa.

“Pembekalan Wawasan Kebangsaan ini diberikan kepada para peserta didik yang baru masuk sekolah tahun ajaran 2018. Kegiatan terlaksana berkat kerjasama dengan pihak sekolah” Ungkap pasi ter

 

Ia menambahkan, bahwa pembekalan ini untuk memupuk rasa Nasionalisme dan membekali pengetahuan tentang kebangsaan.

“Wawasan Kebangsaan itu sangat penting buat siswa sekolah, Sejak dini, Wasbang dapat diberikan kepada murid-murid di sekolah. Diantaranya materi yang disampaikan tentang sejarah dan karakter. Sehingga dapat membantu dalam proses belajar mengajar para siswa,” tambah Kapten Inf Paulus Palisu.

Sementara itu pihak sekolah yang diwakili Ka SMK Negeri 1 Kendari, Drs Ali Koua, Pada kesempatan itu menyampaikan bahwa tujuan mengikutkan siswanya yang dalam masa pengenalan lingkungan sekolah yaitu untuk membekali dan menambah wawasan kebangsaan serta menumbuhkan rasa cinta tanah air kepada mereka.

“ Kegiatan positif ini, akan rutin dilaksanakan disekolah ini,” papar  Drs Ali Koua.

Pada kegiatan tersebut mendapat respon positif dari kalangan siswa, ini terlihat banyaknya pertanyaan dari siswa-siswi yang disampaikan pada saat sesi tanya jawab.

Babinsa dan Bhabinkamtibmas, Peduli Warga Binaan Terkena Banjir.

Konsel - Banjir dan luapan air sungai merendam beberapa wilayah di Provinsi Sulawesi Tenggara akibat curah hujan yang sangat tinggi beberapa pekan ini, tidak terkecuali di Desa Atari Jaya, Kecamatan Lalembuu, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Banjir membuat luapan Sungai Lambandia - Lalembuu yang memutus akses jalan penghubung antara Kecamatan Lalembuu - Kecamatan Tinanggea sehingga mengalami hambatan dengan kedalaman air terdalam mencapai sekitar 70 cm.

Dampak banjir membuat puluhan hektar sawah milik warga masyarakat Desa Atari Jaya terendam.

Selain itu banjir juga menggenangi jalan sehingga memaksa pengguna motor terpaksa harus memikul kendaraannya dengan dibantu Bhabinkamtibmas Bripka I Wayan dan Babinsa Ramil 1417-05/Tinanggea Pelda Amiruddin.

Partisipasi bhabinkamtibmas dan babinsa sebagai wujud kepedulian turut serta dalam membantu warga yang mengalami dan menjadi korban banjir di wilayah binaan.

Dandim 1417/Kendari Letkol Kav Eko Hermawan Yuniarso, S.I.P, mengungkapkan Sampai dengan saat ini, akibat banjir yang melanda beberapa wilayah, perlu disyukuri tidak terjadi korban jiwa dan secara umum spot spot banjir dalam kurun sepekan ini, telah mengalami surut yang signifikan.

“Dan semua instansi terkait sesuai dengan hasil koordinasi, akan sesegera mungkin menyalurkan bantuan yg diperlukan bagi warga korban banjir di beberapa wilayah yang terkena dampak bencana banjir” demikian diperjelas oleh Dandim

“Kita berharap agar curah hujan dalam kurun waktu ke depan dapat normal kembali, sehingga warga masyarakat dapat kembali pada aktivitas masing-masing” tutupnya.

Ayo Lari Bersama TNI, *The Indonesian National Armed Forces, Mandalika International Marathon*

kodim1417.kodam14hasanuddin-tniad.mil.id - Dalam rangka Memperingati HUT ke-73, TNI akan menyelenggarakan The Indonesian National Armed Forces, Mandalika International Marathon 2018 di Pantai Kuta, The Mandalika, Lombok pada 23 September 2018.

Lomba berskala internasional akan diikuti lebih dari 10.000 pelari profesional nasional maupun mancanegara.

 

Tidak hanya memperebutkan total hadiah 10 Miliar, peserta lomba 5, 10, 21 dan 42 KM dapat menikmati keindahan alam yang sangat eksotik.

Para pelajar/mahasiswa anggota militer/polisi, dan master dari dalam maupun luar negeri akan turun berpartisipasi dalam lomba lari terbesar di sepanjang sejarah Indonesia.

Sebagai wujud kebanggaan dan kecintaan terhadap bangsa Indoensia, mari kita semarakkan even bersama.

Pendaftaran dibuka mulai tanggal 9 Juni 2018, pukul 00.00 WIB pada official website The Indonesian National Armed, Forces, Mandalika International Marathon 2018— www.tnimarathon.com.

Banjir Memaksa Ratusan Warga Kendari Mengungsi Ketenda Darurat

Kendari – Ratusan rumah warga Kota kendari dan sekitarnya terendam  banjir setinggi 1,5 meter akibat hujan mengguyur  selama sepekan ini dan meluapnya sungai wanggu.(26/6)

Dampak banjir memaksa ratusan warga kel Lepo-lepo Kecamatan Baruga kota Kendari mengungsi ke tenda – tenda yang disiapkan oleh BPBD dibantu TNI-POLRI.

Dari keterangan Danramil 1417-10/Kota, Mayor Inf Hadi Prayitno mengatakan Daerah yang dihuni  sekitar 100 kepala keluarga itu menjadi langganan banjir jika hujan deras karena meluapnya sungai wanggu.

Ada 3 titik lokasi banjir, di Kota kendari yakni Kelurahan Lepo-lepo, Andonouhu, dan Kambu, Tetapi yang paling parah di Lepo-lepo. Saat ini anggota babinsa bersama BPBD Sudah mengevakuasi warga serta barang barangnnya ke tenda – tenda darurat yang sudah disiapkan,” Ungkap Danramil

Lanjutnya, Babinsa kami sudah siagakan untuk terus memantau perkembangan banjir, hingga air surut.

Saat ini, BPBD telah menyiapkan penyaluran bahan makanan dan juga obat-obatan bagi masyarakat ke wilayah terendam banjir.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun kerugian warga diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Komsos Babinsa, Himbau Warga Dukung Pilkada Aman Dan Lancar

Kendari – Kodim 1417/Kendari sebagai Satuan Teritorial,  menjelang pelaksaan Pilkada terus meningkatkan kemampuan deteksi dini dengan menguatkan peran Babinsa di wilayah binaan.

Seperti halnya Babinsa Koramil 1417-13/Poasia, Serda Salahudin Melaksanakan Komunikasi sosial (komsos)  dengan tokoh masyarakat dan warga binaannya di Kelurahan Matabubu Kecamatan Poasia. (21/6)

Dalam Komsos tersebut Babinsa menyampaikan pentingnya sinergitas dan peran semua pihak dalam menjaga ketertiban dan kelancaran Pilkada serentak bulan ini, termasuk peran serta masyarakat.

Komunikasi Sosial yang dilakukan para Babinsa dilapangan itu, merupakan bagian dari pembinaan teritorial, dalam memantau perkembangan wilayah binaannya.

Selain itu dengan Komsos yang dilaksanakan Babinsa diwilayah binaan memberikan masukan data dan informasi terkait isu-isu yang dapat mengganggu jalannnya pelaksanaan Pilkada khususnya di wilayah Kodim 1417/Kendari.

.